Air Tanah di Wilayah Kabupaten Tangerang Tercampur Limbah Industri

Di Kabupaten Tangerang masih banyak yang kekurangan air bersih. Untuk menyiasati itu, mereka kesehariannya menggunakan air tanah. 

Hal ini diungkapkan oleh Ardiansyah (47) satu dari warga asal Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ia menjelaskan kualitas air tanah yang kerap dipakainya belum memadai dari standar bersih.

"Di sini keruh warnanya kekuning - kuningan gitu," ujar Ardiansyah seperti di kutip Warta Kota di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (9/7/2018).

Pria berusia 47 tahun ini terpaksa harus menggunakan air tanah. Sebab pemasangan air bersih belum sampai ke lingkungan rumahnya.

"Makanya masih pakai air ini. Kualitas nya enggak bagus, tercampur sama limbah - limbah industri," ucapnya.

Menurutnya, air tanah di wilayahnya itu sudah terkontaminasi limbah, sebab banyak sejumlah pabrik tumbuh subur di lokasi sekitar. Sehingga membuat sumber air tanah menjadi tercemar.

Hal senada juga diutarakan oleh wargaTigaraksa, Kabupaten Tangerang yakni Novi. Ia menyebut air tanah sangat menjijikan jika dipakai untuk memasak.

"Baunya juga enggak enak, kalau dipakai mandi itu gatel - gatel. Bisa kudisan gitu, apa lagi untuk masak," kata Novi.

Novi pun memilih tidak menggunakan air tanah untuk memasak. Ia lebih baik membeli air kemasan galon demi keperluannya sehari - hari.

"Saya memang masih pakai air sumur, tapi sudah jarang. Soalnya kalau kemarau gini juga, kering banget enggak ngucur airnya," paparnya.

(sumber:wartakota/internet)