Aliran Air Perkemahan Buperta Cibubur Tercemar Limbah

Aliran air di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka Cibubur tercemar limbah yang diduga berasal dari Mal Cibubur Junction.

Kepala Buperta Cibubur Supriyadi yang dihubungi dari Jakarta, Kamis (7/2) mengatakan, pencemaran itu menimbulkan bau menyengat di lokasi perkemahan.

"Kami sudah menyelidiki gorong-gorong dari mal dan sekitarnya. Baunya itu menyengat dan kalau musim hujan ini debitnya semakin besar, lalu kemarin ada kayu yang menyumbat, akhirnya meluap memenuhi areal hutan yang menjadi daerah resapan," kata Supriyadi seperti dikutip dari Antara.

Supriyadi menduga aliran air Bumi Perkemahan Cibubur mengalami pencemaran limbah sisa masakan dapur dari mal tersebut. Pencemaran itu telah berlangsung lama, namun tak ada yang mempermasalahkan.

"Ini berlangsung lama, mungkin sejak mal itu dan usaha-usaha lainnya berdiri karena aliran sungai sudah ada, tapi mereka tidak membuat alirannya sendiri, tidak ada yang mempermasalahkan," tuturnya.

Akibat pencemaran ini, lanjut dia, selain menimbulkan bau yang menyengat, kualitas tanah di Bumi Perkemahan yang juga kerap kali dipakai pendidikan alam untuk anak-anak juga terdampak.

"Karena ini juga saya dapat informasi selama ini ketika mereka berhalang rintang merasa gatal-gatal, lalu saluran air itu jika kita akan lakukan pengembangan tidak layak jadinya. Ya bagaimana tidak, limbahnya saja sudah sebegitu banyak," ujar Supriyadi yang baru sekitar dua bulan menjabat kepala Buperta Cibubur.

Menurut dia, pada Senin (11/2) pihak Buperta akan melakukan mediasi dengan pihak mal. Buperta juga mengundang unsur pemerintah setempat, kepolisian dan TNI untuk menyelesaikan hal ini secara kekeluargaan.

Menurut dia, Buperta akan membawa contoh limbah dalam mediasi tersebut. Mereka juga akan membawa foto dan video aliran sungai yang tercemar. “Ini saya akan pertanyaan kepeduliannya soal lingkungan," kata Supriyadi.

Dia menambahkan, mediasi tersebut dilakukan demi mencari titik temu secara baik-baik dengan harapan muncul kepedulian dari pihak-pihak terkait untuk mencintai lingkungan.

Supriyadi mengharapkan persoalan ini bisa selesai secepatnya, alasannya demi persiapan Buperta Cibubur untuk bisa menggelar Jambore Nasional Pramuka 2021 mendatang.

"Kami harap bisa selesai agar bisa menggelar Jambore Nasional, lebih dari itu untuk jangka panjang karena kawasan ini dibutuhkan sebagai kawasan hijau dan harus menjadi kebanggaan sebagai hutan kota," ujar dia. 

(sumber;validnews/internet)