BBWSCC Klaim Sudah Naturalisasi Ciliwung dan Cisadane

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC), Bambang Hidayah mengklaim telah menjalankan naturalisasi jauh sebelum diminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Salah satu contohnya di Jembatan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
 
"Jembatan Kalibata hulunya ada 5 kilometer enggak kita ganggu, karena itu masih bagus. Tapi memang ada beberapa titik yang longsor, sudah kita turap," kata Bambang saat ditemui di Gedung Sumber Daya Air, Jakarta Pusat, Kamis, (11/04/2019)
 
Bambang menuturkan konsep naturalisasi sama dengan restorasi yang selama ini diterpakan BBWSCC. Restorasi tersebut ialah mengembalikan kapasitas sungai, membersihkan, dan menghijaukan kembali, bukan sekadar membeton.

"Ada kok tanamannya. Jalan inspeksi 7,5 meter kan enggak semua pengerasan. Sisanya tanaman. Dari awal sebenernya sudah gitu (naturalisasi) cuma kita istilahnya restorasi," terang Bambang.
 
Ia pun menyampaikan permintaan Anies yang termuat dalam Pergub Nomor 31 Tahun 2019 sudah dilakukan. Pergub itu membahas Pembangunan dan revitalisasi prasarana sumber daya air secara terpadu dengan konsep naturalisasi.
 
Dalam Bab 1 poin 11 dijelaskan, naturalisasi adalah cara mengelola prasarana sumber daya air melalui konsep pengembangan ruang terbuka hijau dengan tetap memperhatikan kapasitas tampungan, fungsi
pengendalian banjir serta konservasi.
 
"Sudah (dijalankan) itu semua. Normalisasi adalah bagian dari naturalisasi. Sudah jelas," pungkas dia.

(sumber:medcom/internet)