BMKG :Puncak Musim Kemarau Akan Terjadi Agustus 2019

Musim kemarau telah tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau 2019 bakal berlangsung pada periode Juli-Agustus di Pulau Jawa, sementara Sumatra, Sulawesi dan Nusa Tenggara akan terjadi Agustus-September.

Kepala Subbidang Analisis Informasi Iklim BMKG Pusat Adi Ripaldi mengingatkan agar daerah yang pada periode Juni-Agustus tahun lalu mengalami kekeringan untuk lebih waspada lagi pada tahun ini. Musim kemarau kali ini diprediksi lebih kering ketimbang tahun lalu.

Curah hujan, menurut Adi, diperkirakan bakal jauh lebih kecil dibandingkan 20 milimeter per bulan yang terjadi sepanjang kemarau 2018.

Untuk itu BMKG Pemerintah dan masyarakat diimbau segera bersiap dan meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kekeringan yang lebih parah ketimbang tahun lalu.

Pada peta yang dirilis BMKG, tampak hampir seluruh daerah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bakal mengalami curah hujan rendah. Pun begitu bagian selatan Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pusat Analisis Situasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan akan terjadi hari tanpa hujan yang ekstrem--lebih dari 60 hari--di kawasan Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Papua diprediksi akan mengalami hari tanpa hujan kategori sangat panjang, alias 30-60 hari.

(sumber:beritagar/internet)