Karena Krisis Air Bersih Warga Terpaksa Pakai Air di Situs Purbakala

Musim kemarau mulai tiba membuat warga di Kabupaten Pasuruan mulai mengalami krisis air bersih.

Untuk kebutuhan hidup, mereka harus mengambil air dengan jarak tempuh hingga beberapa kilometer di Candi Belahan, di lereng Gunung Penanggungan, dengan medan yang menantang.

Deretan jerigen dengan berbagai ukuran diletakkan di pinggir kolam di sumber Tetek, Candi Belahan, di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

"Hal itu disebabkan karena sumur mengalami kekeringan, sejak beberapa pekan ini," ujar Irsyad, salah satu warga.

Sesuai giliran, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mendapatkan air di sumber mata air situs purbakala peninggalan Kerajaan Airlangga di wilayah lereng Gunung Penanggungan tersebut.

Setelah jerigen terisi, warga harus susah payah untuk mengangkat jerigen ke tepi kolam.

Satu per satu jerigen dibawa pulang dengan kendaraan bermotor dengan jarah tempuh beberapa kilometer melintasi jalan kampung yang berkelok dan naik turun.

Air ini untuk minum dan memasak demi kebutuhan hidup. Selain itu, untuk minum hewan pemeliharaannya seperti sapi dan kambing.

Irsyad. mengatakan krisis air bersih ini sangat menyusahkan masyarakat banyak.

"Selain menyita waktu dan mengeluarkan biaya untuk BBM kendaraan, karena jarak tempuhnya 30 menit hingga satu jam dari rumah menuju lokasi sumber mata air," ucap Irsyad.

Dia berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mencarikan solusi agar warga tidak kesulitan air bersih.

(sumber;Jpnn.com/internet)