Melihat Ancaman Degradasi Lahan di Indonesia, Lahan Kritis Capai 24,3 Juta Hektare

Degradasi lahan di Indonesia benar-benar mencemaskan. Luas lahan kritis Indonesia kini mencapai 24,3 juta hektare (ha), sedangkan pemerintah sendiri hanya mampu merehabilitasi sekitar 500.700 ha/tahun.

“Ini artinya diperlukan  waktu 48 tahun agar zero net degradation dapat tercapai, dengan asumsi ceteris paribus,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan Sedunia 2018 di Kementerian LHK, Jakarta, Kamis (5/7/2018) yang lalu.

Tema peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan Sedunia tahun 2018 secara nasional adalah “Lahan adalah aset yang bernilai tinggi, Jaga dan kelola untuk masa depan”. Tema tersebut diselaraskan dengan tekad Indonesia untuk memulihkan dan merehabilitasi lahan yang terdegradasi.

“Jika target  LDN (Land Degradation Neutrality) 30 tahun, masih diperlukan tambahan rehabilitasi hutan dan lahan seluas 9.000.000 ha setara US$ 9 M,” ujar Siti dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dirjen Pengendalian Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian LHK, Ida Bagus Putera Parthama.

Menurut  Siti Nurbaya, pemerintah Indonesia terus melakukan upaya penyelesaian lahan kritis melalui berbagai program dan terobosan. Antara lain, rehabilitasi, reboisasi, penghijauan serta pembuatan bangunan Konservasi Tanah dan Air.

“Ultimate goal diharapkan dapat diperoleh dari rangkaian peringatan ini di antaranya, meningkatnya mobilisasi berbagai skema sumberdaya dalam penanganan degradasi lahan. Tercapainya sustainable SDG, yaitu penurunan proporsi lahan terdegradasi,” kata Siti Nurbaya.

Selain itu, terbangunnya resultante program berdayaguna dalam pencapaian target masing-masing konvensi, sesuai mandat Konvensi Rio. “Meningkatnya tingkat penghidupan masyarakat di berbagai belahan  negara kita,” ujarnya.

(sumber:indopos/internet)