Pelayanan Publik Kota Tangerang dalam Satu Genggaman.

Pemerintah Kota Tangerang telah meluncurkan aplikasi Tangerang Live sejak Agustus pada 2016. Aplikasi itu dapat diunduh melalui di Playstore yang dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mencari informasi publik.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Tangerang Live merupakan single aplikasi. Teknologi yang tertanam di dalamnya adalah hasil sinergi dari aplikasi-aplikasi pelayanan yang selama ini ada. Dalam aplikasi Tangerang Live itu, semua aplikasi dijadikan satu sehingga fungsinya menjadi lebih mudah dan efektif.

Beberapa aplikasi yang tersedia antara lain Layanan Gawat Darurat 112, Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (LAKSA), Pencaker (Pencari Kerja), daftar harga bahan pokok di pasar dan kumpulan berita tentang Kota Tangerang.

"Masyarakat Kota Tangerang hanya tinggal mendownload aplikasi Tangerang Live dan semuanya tersedia di dalam satu genggaman (ponsel),” kata Arief R Wismansyah, Selasa (5/12/2017).

Dengan aplikasi itu, lanjut Arief, pihaknya akan mendapat masukan langsung dari masyarakat serta dapat meresponsnya dengan segera. Bahkan, dirinya sebagai pimpinan wilayah dapat memantau semua kegiatan di jajarannya secara real time.

Selain pelayanan-pelayanan publik, Pemerintah Kota Tangerang juga bekerja sama dengan Polres Metro Tangerang Kota untuk koordinasi laporan-laporan yang masuk dari masyarakat, berkaitan dengan keamanan dan ketertiban yang masuk ke aplikasi Tangerang Live.

"Insya Allah dengan adanya aplikasi ini, masyarakat dapat lebih dimudahkan dalam pelayanan dan bisa memberikan masukan dan saran lewat aplikasi tersebut untuk pengembangan Kota Tangerang," jelas Arief.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri mengatakan, penyediaan layanan berbasis teknologi informasi itu berkaitan dengan perwujudan Smart City di Kota Tangerang. Dengan adanya Smart City, kata dia, masyarakat menjadi lebih dimudahkan dalam segi pelayanan.

"Konsep Smart City, bukan hanya jadi gaya-gayaan pemerintah daerah saja. Namun dijadikan sebagai dasar acuan untuk dapat mempermudah pemerintah dalam melayani masyarakat di daerahnya masing - masing," beber Dadi.

Dia berujar, usaha Pemkot Tangerang dalam membangun berbagai aplikasi yang saat ini sudah mencapai 167 aplikasi bertujuan untuk memudahkan pemerintah dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan kepada masyarakat.

Apalagi dengan bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya jumlah kendaraan bermotor ditambah banyaknya urusan yang menjadi tanggung jawab pemerintah, dibutuhkan suatu instrumen yang bisa memperlancar tugas pemerintah. Sehingga pengelolaan anggaran dapat lebih efisien, baik dan tepat sasaran.

"Dan konsep Smart City dirasa menjadi jawaban yang tepat atas berbagai persoalan tersebut," kata Dadi.

Kota Tangerang sendiri turut didaulat menjadi salah satu kota percontohan untuk pengembangan Smart City oleh Kementerian Komunikasi dan Infomatika, dalam rangka Program Gerakan menuju 100 Smart City di Four Point Sheraton, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 22 Mei 2017.

Bahkan, konsep Smart City di Kota Tangerang menjadi rujukan beberapa daerah, seperti Kabupaten Purworejo baru-baru ini. Kabupaten Purworejo merupakan Pemda ke- 27 yang telah mengadopsi aplikasi milik Pemkot Tangerang.

"Sampai sekarang ada sekitar 31 instansi yang telah melakukan kerja sama, termasuk Pemprov Banten, Polrestro Tangerang, BPJS Kota Tangerang dan Komisi Perlindungan Anak," terang Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Tabrani.

(hmspdamtb/internet)