Tahun 2020 Pemerintah Alokasikan 22,07 Trilyun Untuk Air Minum dan Sanitasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan menganggarkan pagu anggaran 2020 sebesar Rp22,07 triliun untuk Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengatakan bahwa untuk isntansinya telah disiapkan alokasi anggaran Rp22,07 triliun untuk penataan kawasan, air minum, dan sanitasi yang merata di seluruh Indonesia.

"Alokasi anggaran digunakan untuk penataan kawasan permukiman dan gedung Rp6,40 triliun, air minum, dan sanitasi senilai Rp8,90 triliun dan prasarana pendidikan, olahraga, pasar senilai Rp6,30 triliun, dan sisanya untuk lain-lain," ujarnya di jakarta. Rabu (11/9/19).

Pihaknya juga terus mendorong program 100-0-100 menuju pemenuhan target tiga sektor antara lain pemenuhan 100% akses air layak minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0%, dan pemenuhan 100% akses sanitasi layak.

Danis menerangkan bahwa penyediaan air bersih dan sanitasi menjadi prioritas karena dalam 5 tahun, target penyediaan air bersih dan sanitasi tuntas.

"Ini kami prioritaskan. Khusus tahun ini ada penambahan 2 persen-3 persen," katanya.

Danis menyebutkan bahwa realisasi akses air bersih hingga akhir 2019 diestimasi tidak melampaui level 80 persen. Padahal, target penyediaan air bersih dan sanitasi dalam 5 tahun diharapkan bisa mencapai 100%.

Data Kementerian PUPR menunjukkan bahwa hingga akhir 2018 realisasi akses air bersih dan sanitasi masing-masing mencapai 73,60 persen dan 69 persen.

(sumber:bisnis.com/internet)